Makalah Ekonomi
Sumber Daya Hutan Medan, Maret 2019
MANFAATAN
EKONOMI KOMODITI KEHUTANAN POHON TREMBESI
(Samanea saman)
Dosen Penanggungjawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M.Si
Disusun Oleh:
Teliti
Daeli
171201187
HUT 4C
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019
Puji
dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia-Nya sehingga makalah dari Pemanenan
Hasil Hutan dapat
diselesaikan. Judul
dalam makalah ini
adalah “Manfaatan
Ekonomi Komoditi Kehutanan Pohon
Trembesi (Samanea saman)” Penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan
sumbanganpemikiran dan ilmu mengenai Penebangan kayu di Indonesia.
Penulis
mengucapkan terima kasih kepadadosen mata kuliahPemanenan Hasil Hutan Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si atas bimbingannya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,
untuk itu saran dan kritik yang konstruktif sangat diharapkan demi kesempurnaan
dan kemajuan bersama. Semoga makalah ini dapat bermanfaat.
Medan, April 2019
Penulis
KATA PENGANTAR ................................................................................................. .i
DAFTAR ISI .................................................................................................................ii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang ........................................................................................ ..1
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................... ..2
1.3 Tujuan ...................................................................................................... ..2
BAB II. ISI
1.1 Klasifikasi
pohon trembesi...........................................................................3
1.2 Penyebaran pohon
trembesi.........................................................................3
1.3 pemanfaatan
pohon trembesi.......................................................................4
1.4 Nilai ekonomi dari pohon
trembesi.............................................................5
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan................................................................................................8
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Trembesi (
Samanea saman) merupakan tanaman
cepat tumbuh asal Amerika Tengah dan
Amerika Selatan sebelah utara, tetapi
pohon trembesi banyak tersebar di kepulauan Samoa, Daratan Mikronesia, Guam,
Fiji, Papua Nugini, dan Indonesia. Tanaman trembesi dalam bahasa Inggris dinamai
rain tree, monkeypod atau saman. Tanaman trembesi di Indonesia dikenal dengan beberapa
nama daerah seperti, di Sulawesi Selatan disebut kayu colok, di Jawa Barat
disebut ki hujan,di Jawa Tengah disebut munggur. Pohon trembesi mudah dikenali dari kanopinya
yang berbentuk payung dengan diameter kanopi lebih besar dari tingginya.Pohon
yang masuk dalam famili Mimosaceaeini biasa ditanam sebagai tumbuhan pembawa
keteduhan, tanaman pelindung, dan tanamanan penyerap polutan. Trembesi
merupakan jenis pohon yang memiliki kemampuan menyerap karbondioksida dari
udara yang sangat besar. Pohon trembesimampu menyerap 28.488,39 kg CO2/pohon
setiap tahunnya.
Trembesi
(Samaneasaman) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Tengah dan Amerika
Selatan, yang dapat tumbuh di daerah tropis dan pada tanah dengan drainase yang
baik dengan ketinggian mencapai 20 - 25 meter. Di negara sub tropis tanaman
trembesi dikenal dengan nama Bhagaya Mara (Kanada), Algarrobo (Kuba), Campano
(Kolombia), Regenbaum (Jerman), Chorona (Portugis), sedangkan di beberapa
Negara Asia pohon ini disebut PukulLima (Malaysia), Jamjuree (Thailand), Cay
Mura (Vietnam), Vilaiti Siris (India). Bentuk batangnya tidak beraturan, dengan
daun majemuk yang panjangnya sekitar 7-15 cm, sedangkan pada pohon trembesi
yang sudah tua berwarna kecoklatan, permukaan kulit kasar, dan terkelupas.
Bunga tanaman ini berwarna putih dengan bercak merah muda pada bagian bulu
atasnya, panjang bunga mencapai 10 cm dari pangkal bunga hingga ujung bulu
bunga. Bunga trembesi menghasilkan nektar untuk menarik serangga guna
berlangsungnya proses penyerbukan. Buah trembesi berwarna coklat kehitaman
ketika buah sudah masak, dengan biji tertanam dalam daging buah.
Ciri paling gampang
dikenali dari Trembesi adalah tajuknya yang lebar. Pohon ini memang berumur
panjang, bisa sampai ratusan tahun. Tajuknya yang lebar ini sering kali
menghambat pertumbuhan pepohonan lain yang berada di bawahnya. Bentangan kanopinya
bisa mencapai 30 meter. Bila kita duduk di bawahnya akan terasa
sejuk. Konon, tajuknya yang lebar tersebut dapat menurunkan suhu mikro
sampai 3-4 derajat Celcius. Meski memiliki berbagai kelebihan, Trembesi juga
memiliki karakter yang kurang bersahabat bagi manusia. Yaitu pada
akarnya. Akar trembesi menjalar luas dan besar, sehingga sering merusak bangunan
atau jalan yang berada di lokasi tumbuhnya. Hal inilah yang membuat
pemanfaatannya sebagai peneduh di perkotaan tidak sepopuler tanaman lain
seperti mahoni, angsana atau tanjung. Ia hanya cocok
ditanam di taman atau halaman yang luas. Jaringan akarnya yang yang luas ini mampu
menyerap banyak air tanah. Ia unggul dalam menanggulangi banjir sebab mampu
menyimpan 900 meter kubik air tanah per tahun dan mampu mentransfer 4.000 liter
air per hari. Akarnya juga mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk mengikat
nitrogen hingga 78% dari kandungan nitrogen di udara.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari
makalah ini adalah:
1.
Mengetahui Klasifikasi pohon trembesi?
2.
Penyebaran pohon trembesi?
3.
Mengetahu pemanfaatan pohon trembesi?
4.
Nilai ekonomi dari pohon trembesi?
1.3 Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah:
1.
Untuk Mengetahui Klasifikasi pohon trembesi
2.
Untuk Penyebaran pohon trembesi
3.
Untuk Mengetahu pemanfaatan pohon trembesi
4.
Untuk Nilai ekonomi dari pohon trembesi
BAB II
ISI
2.1 Klasifikasi
pohon trembesi
Dalam
taksonomi tumbuhan, Staples dan Elevitch(2006) mengklasifikasikan trembesi sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Sub Kingdom : Tracheobionta
Sub Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Samanea
Spesies
: Samanea saman (Jacq.)Merr.
2.2 Penyebaran pohon trembesi
Trembesi
(Samaneasaman) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Tengah dan Amerika
Selatan, yang dapat tumbuh di daerah tropis dan pada tanah dengan drainase yang
baik dengan ketinggian mencapai 20 - 25 meter. Di negara sub tropis tanaman trembesi
dikenal dengan nama Bhagaya Mara (Kanada), Algarrobo (Kuba), Campano
(Kolombia), Regenbaum (Jerman), Chorona (Portugis), sedangkan di beberapa
Negara Asia pohon ini disebut PukulLima (Malaysia), Jamjuree (Thailand), Cay
Mura (Vietnam), Vilaiti Siris (India). Pohon trembesi banyak tersebar di
kepulauan Samoa, Daratan Mikronesia, Guam, Fiji, Papua Nugini, dan Indonesia. Tanaman
trembesi dalam bahasa Inggris
dinamai rain tree, monkeypod atau saman. Tanaman trembesi di Indonesia dikenal dengan beberapa
nama daerah seperti, di Sulawesi Selatan disebut kayu colok, di Jawa Barat
disebut ki hujan,di Jawa Tengah disebut munggur.
2.3. pemanfaatan
pohon trembesi
A. Untuk Lingkungan
1.Untuk peneduh
Pohon trembesi banyak
di jadikan sebagai pohon peneduh yang di tanam di tepi jalan. Saat cuaca panas
jika melintasi jalan yang di tumbuhi pohon ini akan terasa sejuk dan segar.
Pohon ini dijadikan peneduh karena ukurannya yang besar dan daunnya yang
rindang.
2.Banyak menyerap
karbon dioksida
Karbon dioksida adalah
senyawa yang beracun bagi tubuh jika di hirup secara berlebihan. Jumlah karbon
dioksida saat sekarang semakin bertambah salah satunya karena banyaknya
pengendara motor. Asap knalpot yang berasal dari motor mengandung karbon
dioksida dan pohon trembesi memiliki fungsi untuk menyerap karbon dioksida di
udara lebih banyak dan lebih baik dari pohon – pohon lainnya. Baca juga : (Manfaat karbon dioksida)
3. Kaya akan oksigen
Setiap pohon
mengeluarkan oksigen hasil dari fotosintesis mereka. Manfaat oksigen bagi manusia adalah untuk
bernafas. Begitupun juga dengan pohon trembesi ini mengeluarkan banyak oksiden sehingga
saat berada di dekat pohon ini tubuh akan merasa lebih segar dari pada
biasanya.
4. Menyerap Air
Saat musim hujan
datang salah satu dampaknya adalah banjir yang mengenang di suatu kawasan.
Banjir dapat terjadi karena aliran sungai yang tidak lancar yang disebabkan
oleh sampah yang berserakkan. Pohon trembesi sangat cepat dalam menyerap air
sehingaa saat musin hujan banjir dapat diatasi.
B. Bidang Kesehatan
Pohon trembesi juga
memiliki manfaat di bidang kesehatan untuk mengobati penyakit tertentu, Berikut
ini manfaat pohon trembesi di bidang kesehatan :
1. Penyakit paru
– paru
Biji pohon trembesi
dapat dijadikan sebagai makanan ringan seperti manfaat
kuaci.
Biji pohon ini juga mengandung manfaat untuk kesehatan yaitu untuk membunuh
bakteri yang menyebabkan penyakit paru – paru.
2. Untuk membersihkan
darah kotor
Membersihkan darah
kotor dapat dilakukan dengan cara merendam biji dari pohon trembesi ke dalam
air untuk direbus. Setelah mendidih saring untuk mendapatkan airnya, minum air
dari biji trembesi secara teratur. (Baca juga : Manfaat
jamu bersih darah)
3. Mengobati flu
ringan
Manfaat di bidang
kesehatan lainnya dari trembesi adalah untuk mengobati flu ringan seperti pilek
dan batuk.
4. Sakit Kepala
Jika anda mengalami
sakit kepala baik sakit kepala sebelah ataupun sakit kepala total makan biji
trembesi dapat anda gunakan untuk meredakan sakit kepala yang dialami.
5. Mencegah kanker
kulit
Kanker kulit dapat
disebabkan karena sinar ultraviolet yang menembus kulit secara berlebihan pada
saat siang hari. Itu karenanya banyak ahli kulit yang menyarankan pemakaian
tabir surya untuk melindungi kulit. Selain menggunakan tabir surya akar dari
pohon trembesi dapat digunakan untuk mencegah kanker kulit. Caranya adalah
sebagai berikut :
·
Ambil akar pohon
terembesi cuci sampai bersih.
·
Setelah itu rebus akar
dan gunakan airnya untuk mandi.
2.4 Nilai ekonomi pohon trembesi
Pohon ini akan sering kamu jumpai di
pinggir jalan sebagai pohon peneduh. Bentuknya yang mirip dengan payung membuat
lingkungan bisa terlindung dari sinar UV matahari. Banyak penelitian yang membuktikan
bahwa satu pohon trembesi bisa menyerap puluhan karbon dioksida dalam setahun. Sebaliknya,
oksigen yang dihasilkan oleh pohon trembesi juga sangat besar. Selain itu, akar
pohon trembesi yang kuat juga membuat tanah menjadi stabil. Oleh karena itu,
jalanan yang ditanami pohon trembesi jarang terkena longsor. Selain kelebihan
diatas ternyata pohon trembesi juga mampu menyerap CO2 puluhan kali dari pohon
biasa. Pohon trembesi mampu menyerap 28,5 ton karbondiokasida setiap tahunnya.
Bandingkan dengan pohon biasa yang rata-rata mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20
tahun masa hidupnya. Mungkin karena kemampuan menyerap CO2 inilah maka
pemerintah meluncurkan program Penanaman 1 Miliar Pohon tahun 2010 dengan
trembesi sebagai pohon utama untuk ditanam. Pohon trembesi juga biasanya
sebagai pohon peneduh dan sebagai kayu olahan.
BAB
III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
1.
Pohon trembesi banyak tersebar di kepulauan Samoa, Daratan
Mikronesia, Guam, Fiji, Papua Nugini, dan Indonesia. Tanaman trembesi dalam
bahasa Inggris dinamai rain tree, monkeypod atau saman. Tanaman trembesi di Indonesia dikenal dengan beberapa
nama daerah seperti, di Sulawesi Selatan disebut kayu colok, di Jawa Barat
disebut ki hujan,di Jawa Tengah disebut munggur.
2.
Pohon trembesi banyak di jadikan sebagai pohon peneduh yang di
tanam di tepi jalan. Saat cuaca panas jika melintasi jalan yang di tumbuhi
pohon ini akan terasa sejuk dan segar. Pohon ini dijadikan peneduh karena
ukurannya yang besar dan daunnya yang rindang.
3.
Pohon trembesi juga mampu menyerap CO2 puluhan kali dari pohon
biasa. Pohon trembesi mampu menyerap 28,5 ton karbondiokasida setiap tahunnya.
Bandingkan dengan pohon biasa yang rata-rata mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20
tahun masa hidupnya.
DAFTAR PUSTAKA
Darwis.
2017. Pengaruh Penambahan Daun Trembesi (Samanea Saman) Dengan Level
Berbeda Pada Wafer Pakan Komplit Terhadap Kandungan Selulosa Dan Lignin.
Dahlan.
2011. Karakter Fisik Pohon Dan Pengaruhnya Terhadapiklim Mikro (Studi Kasus Di
Hutan Kota Dan Rth Kota Semarang).
Hanafi. 2011. Potensi Komoditi Kehutanan Indonesia. Bogor.
IPB.
Staples
dan Elevitch. (2006). Taksonomi Pohon Yang Ada Di Indonesia. Jurnal Kehutanan.
Vol.1 No. 2.
.